Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas



Mengacu pada Suharsimi Arikunto dkk. (2008: 6-12), prinsip penelitian tindakan kelas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Kegiatan nyata dalam situasi rutin
PTK dilakukan oleh peneliti tanpa mengubah situasi rutin dengan harapan bahwa peneliti akan mendapatkan data dalam situasi wajar sehingga hasil PTK dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan proses belajar mengajar
b.      Adanya kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja
Pada dasarnya manusia bukanlah makhluk yang statis, akan tetapi ada keinginan pada tiap diri manusia untuk menginginkan sesuatu yang lebih baik. PTK dilakukan oleh seorang guru bukan dalam konteks keterpaksaan atau permintaan dari pihak lain akan tetapi atas kesadaran dan inisiatif guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik.
c.       SWOT (strength: kekuatan, weakness: kelemahan, opportunity: kesempatan, threat: ancaman) sebagai dasar berpijak. Kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri peneliti dan subyek tindak diidentifikasi secara cermat. Dua unsur lain, yaitu kesempatan dan ancaman diidentifikasi dari pihak yang ada di luar diri guru atau peneliti dan juga di luar diri siswa atau subyek yang dikenai tindakan.
d.      Upaya empiris dan sistemik
Prinsip keempat ini merupakan penreapan dari prinsip ketiga.
b.     Prinsip SMART
Spesifik – khusus, tidak terlalu umum
Managable – dapat dikelola, dilaksanakan
Acceptable – dapat diterima lingkungan atau Achievable – dapat dicapai Realistic – operasional, tidak di luar jangkauan; dan
Time-bound – diikat oleh waktu, terencana.
Sedangkan menurut Sukidin, dkk (2002: 19-21), prinsip-prinsip dari penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:
a.       Metode PTK yang akan diterapkan tidak akan mengganggu komitmennya sebagai pengajar,
b.      Metode pengumpulan data yang akan digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan dari guru sehingga berpeluang mengganggu proses pembelajaran. Dengan kata lain, guru mampu menangani prosedur pengumpulan data dan ia tetap aktif berfungsi sebagai guru yang bertugas secara penuh.
c.       Metodologi yang digunakan harus reliable
d.      Masalah penelitian yang diusahakan oleh guru seharusnya merupakan masalah yang cukup merisaukannya.
e.       Dalam melaksanakan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etika yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks dalam kelas atau mata pelajaan tertentu, melainkan dalam perspektif misi sekolah secara keseluruhan.

Load disqus comments

0 comments